Kamis, 13 Maret 2014
Selasa, 26 Maret 2013
ARTIKEL PERAN AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Artikel
Penerapan Akuntansi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan
A. Definisi
Akuntansi manajemen adalah suatu tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan atau informasi keuangan merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen yang dimanfaatkan oleh pemakai intern organisasi. Pendapat lain Akuntansi manajemen dapat didefinisikan suatu proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggungjawaban atas sumber-sumber tersebut.
Jika pandang dari segi aspek informasi menurut R.A. Supriyono (1993, hal.18) akuntansi dapat didefinisikan sebagai berikut :
"Akuntansi adalah aktivitas yang menghasilkan jasa yaitu berfungsi menyajikan informasi kuantitatif yang pada dasarnya bersifat keuangan dari suatu satuan usaha atau organisasi tertentu, informasi tersebut akan dapat dipakai oleh pihak eksternal maupun pihak internal untuk pengambilan keputusan dengan memilih beberapa alternatif”.
Definisi di atas menjelaskan tentang fungsi akuntansi sebagai sumber informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pihak eksternal untuk pengambilan keputusan, dan informasi keuangan tersebut digunakan oleh pihak internal untuk pengambilan keputusan dalam pemilihan alternatif
Sedangkan menurut Charles T. Homgren (1993, hal.4) definisi akuntansi manajemen diartikan sebagai berikut :
"Akuntansi manajemen (Management Accounting) adalah proses identifIkasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi". Sedangkan organisasi dapat didefenisikan sebagai sekelompok orang yang menyatu bersama karena beberapa tujuan bersama.
B. Peran Akuntansi Manajemen dalam Perusahaan /Organisasi
Sebagaimana kita ketahui setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan dari dana yang telah ditanamkan. Di samping itu perusahaan juga mempunyai sasaran lain yaitu ingin memperoleh dan mempertahankan reputasi integritas, wajar, dan dapat dipercaya. Perusahaan ingin juga menjadi suatu kekuatan yang positif dalam lingkungan social dan ekologi tempat perusahaan menjalankan aktifitas. Oleh karena itu untuk mengoperasikan sebuah organisasi atau perusahaan yang kompleks (besar dan rumit) dengan efisien dan efektif, maka manajemen membutuhkan informasi terinci tentang operasi perusahaan. Seperti berapa jumlah bahan yang harus disediakan, darimana bahan diperoleh, berapa jumlah peralatan yang terpakai, berapa karyawan yang layak diperkerjakan dll.
Dalam hal ini dibutuhkan peran akuntansi manajemen sebagai suatu proses untuk mengolah informasi keuangan untuk memenuhi keperluan para manajer dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas perusahaan untuk mencapai tujuan – tujuan perusahaan. Dalam penyusunan perencanaan ataupun pengambilan keputusan seorang manajer memerlukan informasi – informasi yang relevan untuk meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari perencanaan atau keputusan yang telah dibuat. Oleh karena itu seorang pengolah informasi atau akuntan harus dapat menyajikan informasi – informasi yang relevan dan berkualitas.
Informasi yang disajikan dalam akuntansi manajemen ini merupakan informasi utama yang dimiliki perusahaan. Informasi ini sangat berperan dalam pembuatan keputusan bagi manajer, karena manajer merupakan pimpinan dan peserta aktif dalam proses perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
Sedangkan informasi itu sendiri merupakan “mesin yang berisi suatu data, fakta, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah ilmu pengetahuan.” sehingga membuat manajemen terus berjalan. Dalam ketiadaan aliran informasi yang kontinyu manajemen akan menjadi tidak berdaya dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu, organisasi (perusahaan) diharuskan memiliki jaringan yang luas, agar memungkinkan berbagai tingkat manajemen dapat berhubungan melalui saluran komunikasi tersebut. Dengan adanya informasi yang actual dan terpercaya maka manajer dapat mengambil keputusan dengan lebih terarah dan efektif.
C. Jenis dan Karakteristik Informasi Akuntansi Manajemen
Informasi yang digunakan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan adalah informasi akuntansi manajemen dan merupakan informasi yang utama yang dimiliki perusahaan. Informasi akuntansi manajemen terutama digunakan oleh pimpinan perusahaan di dalam menunjang pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen khususnya fungi perencanaan dan pengawasan.
Menurut Mas'ud Macfoedz (1990, hal.17) jenis-jenis informasi akuntansi manajemen adalah sebagai berikut :
1. Akuntansi biaya penuh (full cost accounting)
Informasi Akuntansi Penuh (Full Accounting Information). Informasi akuntansi penuh mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa lalu bermanfaat untuk pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan menghasilkan laba, pemberian jawaban atas pertanyaan “berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu”, dan penentuan harga jual dalam cost type contract.
Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan program, penentuan harga jual normal, penentuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur oleh pemerintah.
2. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information).
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan/atau biaya dalam alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok, yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi akuntansi diferensial yang hanya bersangkutan dengan biaya disebut biaya diferensial (differential costs), yang hanya bersangkutan dengan pendapatan disebut pendapatan diferensial (differential revenue), dan yang bersangkutan dengan aktiva disebut aktiva diferensial (differential assets).
3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responbility Accounting )
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan/atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut menenkankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.
Adapun karakteristik informasi yang berkualitas:
1. Tepat Waktu: Informasi harus tepat waktu karena apabila telat maka informasiinformasi harus tepat waktu karena apabila telat maka informasi itu
2. Relevan: Relevan adalah kesesuaian informasi tersebut dengan kebutuhan manajemen.Informasi yang relevan akan sangat mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan.
3. Akurat:Informasi yang akuratakanmenjamin ketepatan dalam pengambilan keputusan manajemen.
4. Broadscope: Broadscope adalah keluasan informasi. Dengan informasi yang luas manajemen dapat meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari keputusan yang dibuat.
Dengan adanya karaktristik Informasi dari informasi yang disajikan akuntansi manajemen diantaranya informasi itu akan bermanfaat untuk sebagai berikut :
1. Dapat mengurangi ketidakpastian.
2. Membantu manajemen untuk bertindak lebih baik.
3. Membantu manajemen untuk mengenali lingkungan internal maupun eksternal.
4. Membantu manajemen dalam penilaian kinerja.
5. Membantu perencanaan manajemen.
6. Memotivasi Manajemen.
Disamping itu secara hirarki manajemen dalam perusahaan dapat dikelompokan menjadi tiga bagian yaitu manajemen atas(senior executive), manajemen menengah(middle management), dan manajemen bawah(operational level). Masing-masing tingkatan ini membutuhkan informasi yang berbeda-beda disesuaikan dengan kepentingannya.( Samsryn, L.M, Akuntansi Manajerial Suatu Pengantar 2002). Dalam arti lain akan ada perbedaan porsi informasi yang dibutuhkan di setiap bagian atau divisi.
Contoh Kasus :
Pada organisasi bengkel supervisor merupakan manajemen tingkat bawah (operational level). Tugas supervisor adalah memeriksa sepeda motor dll. Informasi yang dibutuhkan adalah jumlah kerusakan, keseringan kerusakan, jumlah komponen yang dibutuhkan dan sebagainya.
Sementara manajer bengkel merupakan tingkatan manajemen menengah, informasi yang dibutuhkan berbeda dari level operasional. Level menengah membutuhkan informasi seperti yang berkaitan dengan cara meningkatkan pendapatan (laba) perusahaan. Manajemen tingkat menengah ini lebih terfokus pada cara atau strategi yang dapat meningkatkan laba perusahaan.
Sedangkan pemilik (owner) atau jajaran direksi merupakan contoh dari manajemen atas (senior executive). Pada level ini membutuhkan informasi tentang bagaimana cara untuk menyusun strategi mempertahankan market share bengkel, memperbesar omset perusahaan, diversifikasi perusahaan, loyalitas dan kepuasan pelanggan dan sebagainya.
Dari contoh diatas tampak jelas terlihat peran akuntansi manajemen pada organisasi atau perusahaan yaitu sebagai tipe akuntansi yang merupakan suatu proses untuk mengolah informasi yang disajikan untuk memenuhi keperluan para manajer dan pihak perusahaan lainnya dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi dalam prncapaian tujuan perusahaan.
D. Kesimpulan
Menurut Charles T. Homgren (1993, hal.4) definisi akuntansi manajemen diartikan sebagai berikut :
"Akuntansi manajemen (Management Accounting) adalah proses identifIkasi, pengukuran, akumulasi, analisa, penyiapan, penafsiran, dan komunikasi tentang informasi yang membantu masing-masing eksekutif untuk memenuhi tujuan organisasi". Sedangkan organisasi dapat didefenisikan sebagai sekelompok orang yang menyatu bersama karena beberapa tujuan bersama.
Dengan kata lain Akuntansi Manajemen dan Laporan Akuntansi menyajikan informasi yang terutama ditujukan untuk memberi gambaran kondisi financial dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dilain pihak para manajer harus menentukan tujuan perusahan, menjabarkan tujuan tersebut, mengevaluasi dan mengambil tindakan untuk pencapaian, sesudah itu mengendalikan apa yang telah ditetapkan. Informasi akuntansi sangat membantu menjalankan fungsi manajer tersebut, baik dalam pengambilan keputusan atau perencanaan srta pengawasan
1. Akuntansi biaya penuh (full cost accounting)
2. Informasi Akuntansi Diferensial (Differential Accounting Information)
3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (Responbility Accounting )
Adapun karakteristik informasi yang berkualitas:
5. Tepat Waktu: Informasi harus tepat waktu karena apabila telat maka informasiinformasi harus tepat waktu karena apabila telat maka informasi itu
6. Relevan: Relevan adalah kesesuaian informasi tersebut dengan kebutuhan manajemen.Informasi yang relevan akan sangat mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan.
7. Akurat:Informasi yang akuratakanmenjamin ketepatan dalam pengambilan keputusan manajemen.
8. Broadscope: Broadscope adalah keluasan informasi. Dengan informasi yang luas manajemen dapat meminimalisir resiko yang mungkin timbul dari keputusan yang dibuat.
Daftar Pustaka
Hariadi, Bambang, Akuntansi Manajemen, edisi 1. Yogyakarta : BPFE 2002
Machfoedz, Mas’ud, Akuntansi Manajemen, Jakarta : BPFE 2002
Samsryn, L.M, Akuntansi Manajerial Suatu Pengantar, Jakarta : Rajawali Pers, 2002
Ray, H, Garrinson, D.B.A, Akuntansi Manajemen, Yogyakarta : Ak Group 1987
www.google.com
Minggu, 07 Oktober 2012
makalah hukum transplantasi menurut islam
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan kini telah berkembang sejalan dengan perubahan – perubahan zaman dengan munculnya masalah – masalah baru dalam kehidupan sekitar kita. Dan yang lebih penting banyak pula terdapat penemuan – penemuan yang secara revolusioner berpengaruh terhadap kehidupan manusia,salah satunya adalah penemuan transplantasi yang sangat berpengaruh dalam dunia kedokteran. Hadirnya transplantasi juga memberikan pengaruh dalam bidang hukum islam. Hal ini telah menjadi perbincangan di kalangan ulama tentang bagaimana hukum transplantasi dalam persfektif hukum islam.
2. Rumusan Masalah
Apakah transplantasi ?
Bagaimana pandangan islam terhadap transplantasi ?
Bagaimana pendapat ulama ?
3. Tujuan Masalah
Untuk mengetahui apa itu transplantasi
Agar dapat mengetahui bagaimana islam menyikapi transplantasi
Memberikan pengetahuan berupa pendapat ulama tetang transplntasi
BAB II
TINJAUAN MATERI
1. Pengertian tranplantasi
Kata transplantasi sudah tidak asing lagi dalam dunia kedokteran. Transplantasi berasal dari bahasa inggris yaitu transplantation yang artinya mengambil dan menempelkan pada tempat lain. Menurut Hornby transplantasi adalah memindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Dari berbagai macam pengertian bisa kita simpulkan bahwa transplantasi organ tubuh adalah pemindahan organ tubuh tertentu yang mempunyai daya hidup yang sehat, dari seseorang untuk menggantikan organ tubuh yang tidak sehat atau tidak berfungsi dengan baik milik orang lain.
Transplantasi sebenarnya tidak hanya pada organ tubuh, tetapi juga bisa pada jaringan, bukan saja pada manusia pada tumbuhanpun bisa yang dikenal dengan istilah cangkok atau juga bisa pada hewan.
Prof. Dr. Christian Bernard adalah seorang dokter spesialis jantung dari Afrika Selatan yang pertama kali melakukan experiment pencangkokan tubuh manusia.Transplatasi ini dilakukan merupakan solusi bagi penyembuhan organ tubuh tersebut karenapenyembuhan/pengobatan dengan prosedurmedis biasa tidak ada harapan kesembuhannya.
Adapun orang yang anggota tubuhnya dipindahkan disebut donor (pen-donor), sedang orang yang menerima disebut repisien.
Ditinjau dari segi kondisi donor (pendonor)-nya maka ada tiga keadaan donor:
1. donor dalam keadaan hidup sehat;
2. donor dalam kedaan sakit (koma) yang diduga kuat akan meninggal segera;
3. donor dalam keadaan meninggal.
Organ tubuh yang biasa didonorkan adalah mata, ginjal dan jantung. Namun sejalan dengan perkembangan iptek modern, transplantasi pada masa yang akan datang tidak terbatas pada ketiga organ tubuh tersebut saja. Tapi bisa berkembang pada organ tubuh-tubuh lainnya.
2. Pandangan Hukum Islam Terhadap Transplantasi Organ Tubuh
Untuk menentukan hukum boleh tidaknya transplantasi organ tubuh, perlu dilihat kapan pelakasanaannya.
Sebagaimana dijelaskan ada tiga keadaan transplantasi dilakukan, yaitu pada saat donor masih hidup sehat, donor ketika sakit (koma) dan didiuga kuat akan meninggal dan donor dalam keadaan sudah meninggal. Berikut hukum transplantasi sesuai keadaannya masing-masing.
Pertama, apabila pencangkokan tersebut dilakukan, di mana donor dalam keadaan sehat wal afiat, maka hukumnya menurut Prof Drs. Masyfuk Zuhdi, dilarang (haram) berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:
Firman Allah dalam surat Al-Baqaroah: 195
Artinya:”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan”
Dalam kasus ini, orang yang menyumbangkan sebuah mata atau ginjalnya kepada orang lain yang buta atau tidak mempunyai ginjal… ia (mungkin) akan menghadapi resiko sewaktu-waktu mengalami tidak normalnya atau tidak berfungsinya mata atau ginjalnya yang tinggal sebuah itu (Ibid, 88).
Kedua, apabila transplantasi dilakukan terhadap donor yang dalam keadaan sakit (koma) atau hampir meninggal, maka hukum Islam pun tidak membolehkan berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:
Hadits Rasulullah:
Artinya:”Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan diri orang lain.” (HR. Ibnu Majah).
Maksudnya Orang tidak boleh menyebabkan matinya orang lain. Dalam kasus ini orang yang sedang sakit (koma) akan meninggal dengan diambil organ tubuhnya tersebut. Sekalipun tujuan dari pencangkokan tersebut adalah mulia, yakni untuk menyembuhkan sakitnya orang lain (resipien).
Ketiga, apabila pencangkokan dilakukan ketika pendonor telah meninggal, baik secara medis maupun yuridis, maka menurut hukum Islam ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan. Yang membolehkan menggantungkan pada dua syarat sebagai berikut:
• Resipien dalam keadaan darurat, yang dapat mengancam jiwanya dan ia sudah menempuh pengobatan secara medis dan non medis, tapi tidak berhasil. (ibi, 89).
• Pencangkokan tidak menimbulkan komplikasi penyakit yang lebih berat bagi repisien dibandingkan dengan keadaan sebelum pencangkokan.
Al-Qur’an Surat Al-Baqarah 195 di atas.
Ayat tersebut secara analogis dapat difahami, bahwa Islam tidak membenarkan pula orang membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya atau tidak berfungsi organ tubuhnya yang sangat vital, tanpa ausaha-usaha penyembuhan termasuk pencangkokan di dalamnya.
Surat Al-Maidah: 32.
Artinya;”Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia seluruhnya.”
Masalah
Apabila transplantasi organ tubuh diperbolehkan, lalu bagaimana apabila organ tubuh tersebut dipakai oleh resipien melakukan tindakan dosa atau tindakan yang berpahala? Dengan kata lain, apakah pemilik organ tubuh asal akan mendapat pahala, jika organ tubuh tersebut dipakai repisien untuk melakukan perbuatan yang baik. Sebaliknya, apakah pendonor akan mendapat dosa apabila organ tubuh tersebut dipakai repisien melakukan dosa?
Pendonor tidak akan mendapat pahala dan dosa akibat perbuatan repisien, berdasarkn dalil-dalil berikut ini:
1. Firman Allah:
Artinya:”Dan sesungguhnya, tidaklah bagi manusia itu kecuali berdasarkan perbuatannya. Dan perbuatannya itu akan dilihat. Kemudian akan dibalas dengan balasan yang sempurna”.
1. Firman Allah:
Artinya:”Tidaklah seseorang disiksa karena dosa orang lain.”
1. Hadits Rasulullah:
Artinya:”Apabila seseorang meninggal, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang berguna dan anak yang shaleh yang mendoakan kepadanya.”
C. Kesimpulan
Dari uaraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Transplantasi organ taubuh yang dilakukan ketika pendonor hidup sehat maka hukumnya haram.
2. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor sakit (koma), hukumnya haram.
3. Transplantasi organ tubuh yang dilakukan ketika pendonor telah meninggal, ada yang berpendapat boleh dan ada yang berpendapat haram.
BAB III
ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV
KESIMPULAN
investasi dalam modal kerja
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada dasarnya setiap perusahaan tentu akan melakukan berbagai aktivitas untuk tujuan yang telah ditetapkan. Kemudian aktivatas sebuah perusahaan itu selalu memerlukan dana baik untuk kegiatan oprasional sehari – hari, maupun untuk membiayai investasi jangka panjang. Dana yang digunakan untuk melangsungkan oprasional sehari – hari disebut modal kerja. Modal kerja dibutuhkan setiap perusahaan untuk membiyai kegiatan oprasionalnya, dimana modal kerja yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kebali lagi masuk dalam perusahaan melalui hasil penjualan produksinya. Selanjutnya modal kerja yang berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan untuk membiayai kegiatan oprasional selanjutnya.
2. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian investasi dalam modal kerja ?
b. Bagaimanakah perputaran modal kerja dalam perusahaan ?
c. Bagaimana tujuan manajemen modal kerja ?
3. Tujuan
a. Agar dapat mengetahui modal kerja
b. Agar mengetahui perputaran modal kerja dalam perusahaan
c. Agar memahami tujuan manajemen modal kerja
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Modal Kerja
Modal kerja merupkan seluruh nilai aktiva atau harta yang dapat segera dijadikan uang kas dan digunakan perusahaan untuk keperluan sehari – hari, misalnya untuk membayar gaji karyawan, pembelian bahan mentah, membayar ongkos angkutan, membayar hutang dan sebagainya.
Sedangkan menurut Weston dan Brigham (1994), mengemukakn bahwa modal kerja adalah investasi perusahaan pada aktiva jangka pendek, seperti kas, sekuritas yang mudah dipasarkan, piutang usaha dan persediaan.
Kemudian menurut Khasmir dalam bukunya Pengantar Manajemen Keuangan,(kencana: 2010), hal: 210, Modal kerja didefinisikan sebagai modal yang digunakan untuk membiayai oprasional perusahaan sehari-hari, terutama yang memiliki jangka waktu pendek. Modal kerja juga diartikan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar. Modal kerja yang diartikan seluruh aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar dinamakan modal kerja bersih
Sedangkan manajemen modal kerja merupakan suatu pengelolaan investasi perusahaan dalam aset jangka pendek. Artinya bagaimana mengelola investasi dalam aktiva lancar perusahaan. Manajemen modal kerja melibatkan sebagian besar jumlah asset perusahaan. Bahkan terkadang bagi perusahaan tertentu jumlah aktiva lancar lebih dari setengah jumlah investasinya tertanam di dalam perusahaan.
Dalam manajemen modal kerja terdapat beberapa konsep modal kerja yang sering digunakan. Konsep modal kerja dibagi menjadi 3:
a. Konsep kuantitatif, menyebutkan bahwa modal kerja adalah seluruh aktiva lancar. Seluruh investasi dalam aktiva lancar, Konsep ini sering disebut dengan modal kerja kotor (gross working capital).
b. Konsep kualitatif, merupakan konsep yang menitik beratkan kepada kualitas modal kerja. Dalam konsep ini melihat selisih antara jumlah aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Konsep ini disebut modal kerja bersih atau (net working capital).
c. Konsep fungsional, menekankan kepada fungsi dana yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh laba. Artinya, sejumlah dana yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk meningkatkan laba perusahaan.
• Dari konsep di atas, modal kerja perusahaan dibagi 2 jenis:
a. Modal kerja kotor( gross working capital), adalah semua komponen yang ada di aktiva lancar secara keseluruhan dan sering disebut modal kerja.
b. Modal kerja bersih( net working capital), merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi dengan seluruh total kewajiban lancar(utang jangka pendek).
Menurut W.B Taylor, modal kerja di bagi beberapa jenis:
a. Modal kerja permanen
Merupakan modal kerja yang harus tetap ada atau terus - menerus diperlukan untuk kelancaran usaha.
a) Modal kerja primer adalah jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas usaha
b) Modal kerja normal adalah jumah modal yang diperllukan untuk menyelenggarakan luas produksi normal
b. Modal kerja variable adalah modal kerja yang jumlahnya berubah – ubah
a) Modal kerja musiman adalah modal kerja yang berubah – ubah karena musim
b) Modal kerja siklis adalah modal kerja yang berubah-ubah karena konyungtor
c) Modal kerja darurat adalah modal kerja yng besarnya berubah – ubah karena adanya keadaan darurat.
2. Arti Penting dan Tujuan Manajemen Modal Kerja
• Pentingnya manajemen modal kerja perusahaan, terutama bagi kesehatan keuangan dan kinerja perusahaan adalah:
a. Bahwa kegiatan seorang manajer keuangan lebih banyak dihabiskan di dalam kegiatan oprasional perusahaan dari waktu kewaktu.
b. Investasi dalam aktiva lancar, cepat sekali berubah. Perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap modal kerja perusahaan. Oleh karena itu, perlu manajemen modal kerja.
c. Dalam praktiknya sering kali bahwa lebih dari separuh dari total aktiva merupakan bagian dari aktiva lancar (modal kerja perusahaan).
d. Khusus bagi perusahaan kecil manajemen modal kerja sangat penting karena investasi dalam aktiva tetap dapat ditekan dengan menyewa, tetapi investasi lancar dalam piutang dan sedian tidak dapat dihindarkan harus segera terpenuhi.
e. Bagi perusahaan yang relatif kecil fungsi modal kerja juga amat penting. Hal ini disebabkan perusahaan kecil, relative terbatas untuk memasuki pasar dengan modal besar dan jangka panjang. Pendanaan perusahaan lebih mengandalkan pada utang jangka pendek, yang tentunya dapat mempengaruhi modal kerja.
f. Terdapat hubungan yang sangat erat antara pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan modal kerja. Kenaikan penjualan berkaitan dengan tambahan, piutang, sedian, dan juga saldo kas. Demikian pula sebaliknya.
• Tujuan manajemen modal kerja bagi perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Modal kerja digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan, artinya likuiditas perusahaan sangat tergantung kepada manajemen modal kerja.
b. Dengan modal kerja yang cukup perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada waktunya. Pemenuhan kewajiban yang sudah jatuh tempo dan segera harus dibayar secara tepat waktu merupakan ukuran keberhasilan manajemen modal kerja.
c. Memungkinkan perusahaan untuk memiliki sediaan yang cukup dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggannya.
d. Memungkinkan perusahaan untuk memperoleh tambahan dana dari para kreditor, apabila rasio keuangannya, memenuhi syarat seperti likuiditas yang terjamin.
e. Guna memaksimalkan penggunaan aktiva lancar guna meningkatkan penjualan dan laba.
f. Perusahaan mampu melindungi diri apabila terjadi krisis modal kerja akibat turunnya nilai aktiva lancar.
Tujuan di atas akan dapat tercapai apabila modal kerja perusahaan dapat dikelola secara benar sesuai dengan konsep manajemen modal kerja. Dan ini merupakan tanggung jawab utama dari seorang manajer keuangan untuk mampu mengelolanya.
3. Hubungan Likuiditas Dan Modal Kerja
Seperti diketahui bahwa salah satu nilai penting dari likuiditas perusahaan adalah untuk memenuhi sejumlah dana yang diperlukan pada saat dibutuhkan. Sementara itu dalam manajemen modal kerja kebutuhan dana juga merupakan bagian penting, baik dalam hal penyediaan dana maupun penggunaan dana yang berkaitan dengan aktivitas usahanya. Oleh karena itu terdapat hubungan yang erat antara keduanya.
Agar lebih mudah memahami dapat dilihat dalam ilustrasi berikut ini. Kita asumsikan ada dua perusahaan yaitu PT Bukit laying dan PT Tempilang dengan neraca sebagai berikut:
Neraca PT Bukitlayang Per 31 Desember 2008
KAS 600.000 UTANG LANCAR 1.800.000
PIUTANG 1.000.000
SEDIAAN 1.400.000
TOTAL AKTIVA LANCAR 3000.000 1.800.000
Neraca PT tempilang Per 31 Desember 2008
KAS 1.400.000 UTANG LANCAR 1.800.000
PIUTANG 1.000.000
SEDIAAN 600.000
TOTAL AKTIVA LANCAR 3.000.000 1.800.000
Dari porsi kedua neraca perusahaan di atas terdapat persamaan yaitu dalam hal total aktiva lancar yaitu sama-sama 3.000.000 dan utang lancar 1.800.000. namun terdapat perbedaan dalam komposisi aktiva lancarnya, sehingga sangat memengaruhi dalam kemempuan membayar kewajibannya. Dalam hal ini PT Tempilang lebih baik karena jika memerlukan dana cepat untuk memenuhi atau membayar kewajiban PT Tempilang bisa langsung memenuhi karena dia memiliki persediaan kas yang lebih banyak. Artinya, meskipun likuiditas antara perusahaan sama, namun kecepatan dalam hal membayar kewajiban berbeda, oleh karena itu hubungan antara likuiditas dan modal kerja sangat diperlukan.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja
Dalam peraktiknya terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi modal kerja antara lain tergantung dari:
Jenis perusahaan dalam praktiknya meliputi perusahaan yang bergerak dibidang jasa dan non jasa (industry). Kebutuhan dalam perusahaan industry lebih besar jika dibandingkan dengan perusahaan jasa.
Syarat kredit atau penjualan yang pembayarannya dengan cara mencicil juga sangat mempengaruhi modal kerja. Untuk meningkatkan penjualan bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah melalui penjualan secara kredit. Penjulan barang secara kredit memberikan kelonggaran kepada konsumen untuk membeli barang dengan cara pembayaran diangsur.
Waktu produksi, artinya jangka waktu atau lamanya memproduksi suatu barang. Makin lama waktu yang digunakan untuk memproduksi suatu barang, maka akan makin besar modal kerja yang dibutuhkan, begitu pula sebaliknya.
Pengaruh tingkat perputaran sediaan terhadap modal kerja cukup penting bagi perusahaaan. Makin kecil atau rendah tingkat perputara, maka kebutuhan modal kerja makin tinggi, begitu pula sebaliknya.
Secara umum kenaikan dan penurunan modal kerja disebabkan tiga faktor, yaitu:
Adanya kenaikan modal. Artinya, adanya tambahan modal dari pemilik atau perolehan laba dalam priode tertentu yang dimasukan ke aktiva lancar.
Adanya pengurangan aktiva tetap, artinya adanya penjualan aktiva tetap, terutama yang tidak produktif dimana uangnya dimasukkan ke aktiva lancar atau digunakan untuk membayar utang jangka pendek.
Adanya penambahan utang, artinya perusahaan menambah utang baru .
5. Sumber Modal Kerja
Berikut ini beberapa sumber modal kerja yang dapat digunakan, yaitu:
• Hasil oprasi perusahaan, maksudnya adalah pendapatan atau laba yang diperoleh pada priode tertentu.
• Keuntungan penjualan surat berharga, juga dapat digunakan untuk keperluan modal kerja. Besarnya selisih antara harga beli dan harga jual surat berharga tersebut.
• Penjualan saham, artinya perusahaan melepas sejumlah saham yang masih dimiliki untuk dijual kepada berbagai pihak.
• Penjualan aktiva tetap, maksudnya yang dijual aktiva tetap yang kurang produktif atau masih menganggur.
• Penjualan obligasi, artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah obligasi untuk dijual kepada pihak lainnya.
• Memperoleh pinjaman dari kreditor, terutama pinjaman jangka pendek. Khusus untuk pinjaman jangka panjang juga dapat digunakan, hanya saja peruntukan pinjaman jangka panjang biasanya digunakan untuk kepentingan investasi.
• Memperoleh dana hibah dari berbagai lembaga. Dana ini biasanya tidak digunakan beban biaya sebagai mana pinjaman dan tidak ada kewajiban pengembalian.
Secara khusus sumber modal kerja :
Sumber modal kerja untuk pembiayaan permanen merupakan modal yang digunakan untuk mempertahankan sirkulasi modal perusahaan agar tidak macet. Sumber utama modal kerja untuk pembiayaan permanen adalah modal sendiri namun juga masih kurang dapat ditambah dari pinjaman jangka panjang.
6. Penggunaan Modal Kerja
Secara umum dikatakan bahwa penggunaan modal kerja biasa dilakukan perusahaan untuk:
a. Pengeluaran untuk gaji, upah, dan biaya oprasi perusahaan.
b. Pengeluran untuk membeli bahan baku atau barang dagangan.
c. Untuk menutupi kerugian akibat penjualan surat berharga.
d. Pembelian aktiva tetap(tanah, bangunan, kendaraan, mesin dan lain-lain)
e. Pembayaran utang jangka panjang
f. Pengambilan uang atau barang untuk kepentingan pribadi.
Penggunaan modal kerja di atas jelas akan mengakibatkan perubahan modal kerja, namun perubahan modal kerja tergantung dari penggunaan modal kerja itu sendiri. Dalam praktiknya modal kerja suatu perusahaan tidak akan berubah apabila terjadi:
a. Pembelian barang dagang dan bahan lainnya secara tunai
b. Pembelian surat berharga secara tunai
c. Perubahan bentuk piutang misalnya dari piutang dagang kepiutang wasel
7. Perputaran modal kerja
Salah satu alat ukur untuk menentukan keberhasilan dan keefektifan manajemen modal kerja adalah diukur dari perputaran modal kerjanya atau working capital turnover-nya. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam beberapa periode.
Untuk mengukur perputaran modal kerja adalah dengan cara membandingakan antara penjualan dengan modal kerja. Pengukuran ini sebaiknya dengan menggunakan dua periode atau lebih sebagai pembanding, sehingga memudahkan kita untuk menilainya.
Rumus yang digunakan untuk mencari perputaran modal kerja adalah sebagai berikut:
Penjualan Bersih
Perputaran modal kerja =
Modal Kerja
Sebagai contoh dapat dilihat dari data di bawah ini:
Komponen Laporan Keuangan Tahun 2007 Tahun 2008
Penjualan bersih ( net sales) 3.850 4.150
Total aktiva lancar (current assetss) 856 800
Untuk tahun 2007 dapat dilihat sebagai berikut:
Perputaran modal kerja = 3850 : 856 = 4,45 kali dibulatkan 4,5 kali
Artinya perputaran modal kerja tahun 2007 sebanyak 4,5 kali di mana penggunaan setiap Rp, 1,- modal kerja dapat menghasilkan penjualan sebesar Rp. 4,5,-
Sedangakan tahun 2008 dengan cara yang sama:
perputaran modal kerja = 4.150 : 800 = 5, 18 kali dibulatkan (5,2 kali)
perputaran modal kerja dapat menghasilkan Rp.5,2,-
Perputaran modal kerja pada perusahaan dagang alur transaksinya lebih pendek bila dibandingkan dengan perusahaan industri.
a. Pada Perusahaan Dagang
Penjualan Tunai :
Dana tunai dibelikan barang dagangan dijual kembali untuk menerima dana tunai kembali.
Kas1 Barang dagangan kas1
Pembelian Penjualan Penerimaan uang
Penjualan kredit :
Dana tunai dibelikan barang dagangan kemudian dijual secara kredit sehingga timbul piutang. Kemudian piutang ditagih untuk menjadi dana tunai kembali.
Penjualan kredit :
Kas1 Barang Dagangan Piutang Kas2
Pembelian Penjualan Kredit Penerimaan Piutang
b. Pada Perusahaan Industri
Jalur transaksinya makin panjang karena adanya proses produksi, dimulai dari dana tunai dibelikan bahan baku dan membayar upah buruh bagian produksi, membayar biaya-biaya produksi tidak langsung melalui proses produksi menjadi barang jadi. Kemudian dijual secara kredit menjadi piutang yang kemudian setelah tertagih menjadi dana tunai kembali.
Proses Produksi Penjualan penerimaan uang
Bahan baku
Kas1 Upah Buruh Barang Jadi Piutang Kas2
Biaya Produksi
Tidak langsung
8. Metode Menentukan Besarnya Modal Kerja
Ada dua metode untuk menghitung besarnya modal kerja:
Metode saldo rata-rata:
penjualan bersih
besarnya modal kerja =
Perputaran modal kerja
contohnya :
Komponen Laporan Keuangan 2007
Penjualan bersih ( net sales) 3.850
Perputaran modal kerja 4,5
Untuk tahun 2007 dapat dilihat sebagai berikut:
jadi besarnya modal kerja pda tahun 2007 adalah 3850 : 4,5 = 856
2. Metode unsur-unsur biaya
PT. Toboali memproduksi radio sebanyak 200 unit/hari dan beroperasi selama 25 hari dalam sebulan. Biaya produksi per unit produk radio sebagai berikut:
1. Bahan plastik & melamin Rp 2.000,-
2. Bahan tembaga Rp 500,-
3. Upah langsung Rp 750,-
Untuk pembelian bahan palstik diperlukan:
• Uang muka rata-rata 5 hari sebelumnya
• Proses produksi memerlukan waktu 7 hari
• penyimpanan 3 hari
Untuk proses produksi tembaga diperlukan:
• proses produksi memerlukan 7 hari
• penyimpanan 3 hari
• Biaya administrasi perbulan Rp 200.000
• Sediann kas minimum Rp 100.000
Pertanyaan:
Berapa modal kerja yang dibutuhkan PT Toboali?
Jawab:
Periode perputaran
Bahan plastik & melamin = 5 + 7 + 3 = 15 hari
bahan Tembaga = 7 + 3 = 10 hari
Kebutuhan Modal kerja
Bahan plastik dan melamin
= 200 x Rp 2.000 x 15 hari = Rp 6.000.000
Bahan tembaga
= 200 x Rp 500 x 10 hari = Rp 1.000.000
Upah langsung
= 200 x Rp 750 x 10 hari = Rp 1.500.000
Biaya administrasi = Rp 200.000
sediaan minimum kas = Rp 100.000
Rp 8.800.000
9. Kemampuan Menghasilkan Laba
Laba perusahaan bisa meningkat melalui 2 cara :
a. Meningkat pendapatan/laba dari penjualan
b. Menurunkan biaya-biaya
Laba perusahaan dapat ditingkatkan dengan menigkatkan investasi dalam asset yang menguntungkan, yang mampu menghasilkan tingkat laba yang tinggi. Biaya dalam perusahan dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi pengeluaran pada pos-pos tertentu. Namun jika perusahaan meningkatkan kemampuan menghasilkan laba maka risiko akan naik. Efek perubahan asset lancar terhadap kemampuan menghasilkan laba dan resiko dapat diukur dengan rumus berikut:
Aset Lancar
Total Aset
10. Laporan Sumber dan penggunaan modal kerja
Neraca perbandingan PT RAY IBRAHIM,Tbk
PT RAY IBRAHIM, Tbk
Neraca Perbandingan
Per 31 Desember 2007 & 2008 (dalam jutaan)
Periode Perubahan
Pos-pos dalam neraca tahun 2007 tahun 2008 naik Turun
Aktiva Lancar
Kas 250 350 100
Perlengkapan 140 50 90
Piutang 350 250 100
Sediaan 125 150 25
Total Aktiva Lancar 865 800 65
Aktiva Tetap
Tanah 735 735
Mesin 2500 3790 1290
Kendaraan 1500 1500
Akumulasi penyusutan (400) (925) 525
Total Aktiva Tetap 4335 5100 765
Total Aktiva 5200 5900 700
Utang Lancar
Utang Bank 550 200 350
Utang dagang 100 200 100
Utang wesel 100 50 50
Total Utang Lancar 750 450 300
Utang Jangka Panjang
Utang Hipotek 2000 1450 550
Total hutang jngk pnjng 2000 1450 (200)
Ekuitas
Modal setor 2000 2500 500
Laba ditahan 450 1500 1050
Total Ekuitas 2450 4000 1550
Total passive 5200 5900
Laporan perubahan modal:
Komponen Periode Perubahan
Thn. 2007 Thn. 2008 Naik Turun
Kas 250 350 100
Perlengkapan 140 50 - 90
piutang 350 250 100
sediaan 125 150 25
Utang bank 550 200 350
Utang dagang 100 200 100
utang wesel 100 50 50
525 290
Kenaikan modal kerja - - 235
525 525
Sumber modal kerja
1. hasil operasi:
- laba Rp 1.050,-
- Penyusustan Rp 525,-
Rp 1.575,-
2. Penjualan saham Rp 500,-
Jumlah modal kerja Rp 2.075,-
Penggunaan modal Kerja
1. Pembelian Mesin Rp 1.290,-
2. Pembayaran Utang Hipotek Rp 550 ,-
Rp 1.840,-
Kenaikan modal kerja bersih Rp 235,-
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Modal kerja merupakan seluruh aktiva lancar yang dimiliki suatu perusahaan atau setelah aktiva lancar dikurangi dengan utang lancar.
Secara umum kenaikan dan penurunan modal kerja disebabkan tiga faktor, yaitu:
Adanya kenaikan modal. Artinya, adanya tambahan modal dari pemilik atau perolehan laba dalam priode tertentu yang dimasukan ke aktiva lancar.
Adanya pengurangan aktiva tetap, artinya adanya penjualan aktiva tetap, terutama yang tidak produktif dimana uangnya dimasukkan ke aktiva lancar atau digunakan untuk membayar utang jangka pendek.
Adanya penambahan utang, artinya perusahaan menambah utang baru .
Salah satu alat ukur untuk menentukan keberhasilan dan keefektifan manajemen modal kerja adalah diukur dari perputaran modal kerjanya atau working capital turnover-nya. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam beberapa periode.
Untuk mengukur perputaran modal kerja adalah dengan cara membandingakan antara penjualan dengan modal kerja. Pengukuran ini sebaiknya dengan menggunakan dua periode atau lebih sebagai pembanding, sehingga memudahkan kita untuk menilainya.
Rumus yang digunakan untuk mencari perputaran modal kerja adalah sebagai berikut:
Penjualan Bersih
Perputaran modal kerja =
Modal Kerja
DAFTAR PUSTAKA
1. Khasmi.2010. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana.
2. Van Home James C. 1997. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta: salemba empat.
Selasa, 02 Oktober 2012
kisah cinta ini tidak biasa
Kisah ini tidak biasa
Suatu mlm aku trtdur, tidur saat itu tidak seperti biasanya, dalam tidur itu aku bermimpi dipertemukan dengan dia(sesorang yang aku knal dr fb dn pdhl rmhnya tdk jauh dr rmhku),
slnjutnya kami hubngn hnya lwat sms saja, sklipun kita rmhny dketan tapi kita belum pernah bertemu(kcuali tdk sy sdari) atau komunikasi langsung, karena dia lbih sering di daerah tmpat kegiatanya, pada mimpi itu dia mendatangiku bersma satu temannya, kemudian dia mngjaku utk jln2 kecil ke suatu tmpat yng aku gak knal, ditengah perjlnan kami mlihat sprit ada mushola dan bnyk ank2 usia 9 smpe 12 thunan dgn mengenakan pakain slyaknya ank2 mau pada mngaji, sktika itu dia(sesorang yang aku knal dr fb dn pdhl rmhnya tdk jauh dr rmhku), menyakn kepadaku tentang Imam nawawi. Kalau Imam Nawawi si dimana ?(bgtu sapa nya?)..aku jwb “ya gak tau….karena aku memang tidak mengathuinya mendengarpun sepertinya baru saat itu. Dan sya terbangun……”;;”
Pada satu kesempatan aku bertnya pada ibu tentng siapa Imam Nawawi itu.ibu berkata dia Ulama Besar,aku smkin penasaran dn smkiin ingin tau, setlah itu.. seperti biasa aku mlksankan kgiatn rutin main ke IAIN(kuli-ah), dalam sela wktu kegiatan ,,aku sempetin buka2 fb dan tak sengaja aku membuka fbny Rini Sulastri Akhwatr, dengn sttsnya “ aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika agamaitu lepas darimu maka terelepas pulla rasa cintaku” dg tertulis di akhirnya :imam nawawi (kurng lebih sperti itu ya rin?). Stlah itu sy berfikir “mungkin Imam Nawawi penyair tntng cinta cinta gtu”(smbil termanggut gtu).
Kemudian sya balik kuliah dan ktmu tmen sya nmnya Hendra(kk tingkat sya) kbetuln wktu itu menjalng masuk bulan suci ramdhan., sya ngbrol bnyak dengan hendra tntng mslh kuliah tentng KKN, kmudian sdkit aku nanya tentnng ngaji pasaran (biasalah di tmpat hendra ngaji, suka ada ngaji pasaran,ngaji kitab gtu) nah tiba2 aku pngen ikut ngaji di tmpt Hendra.
Ktika Ramdhan tiba sy juga dah mulai ngaji brsma dan diapun (sesorang yang aku knal dr fb dn pdhl rmhnya tdk jauh dr rmhku) mudik alias ad di rmah dn kami bs smsan ), dan mulai bs ktmu mski Cuma hnya lewat,,(soalnya dia juga ikut ngaji pasaran tapi di tmpat yng berbeda dgku tp low berngkat atau plang ia sering lwat dpn msjd tmpt aku brkmpul m tmn2)
Disamping itu sy juga dah mulai ngaji brsma tmn2 yang lain tp syng hendra(kk tingkat sya) gak kut soalny dia ppl di majlengka(seinget sya). Kemudian pada saat sy brsma Asrori, Wawan, Adkha, Abik ,Gufron, Shela, Dea, Neny dn yg stunya sy kurang kenal pak ustdz bilang low yng sedang kita pelajari itu kitab karangan Imam Nawawi(wktu itu nama kitabny ‘uuqdilijen ya kitab nikah gtu isinya), sktka itu aku tringat lagi tentng pertnyan prmpuan (sesorang yang aku knal dr fb dn pdhl rmhnya tdk jauh dr rmhku), dlm mimpi yng mnyakan tntng Imam Nawawi kpdaku,”aku termanggut lagi “oh Imam Nawawi itu penulis kitab(dlm benaku terlintas bgtu)”, aku smkin punya banyak jawaban tntang siapa itu Imam Nawawi dn hatipun smkin bertnya ap yg ingin Allah smpaikn mlalui mimpi itu. (smsn makin intens dg dia (sesorang yang aku knal dr fb dn pdhl rmhnya tdk jauh dr rmhku),
lah sya crtain aj mimpi sya ke dia (sesorang yang aku knal dr fb dn pdhl rmhnya tdk jauh dr rmhku dan yg mnyakan Imam Nawawi padaku dlm mimpi itu) sambil ingin tahu dia bakal ngrespon seperti ap, tntng mimpi sya(,,,,,…sy crtain lwt sms),,kmudian dia berkata : “imam nawawi mah pngarang kitab nu nju di aos di pondok ku abdi” bgtu ktnya,, ya dari situ kami smkin dket dn bs diktkan pnya hub tnda kutif lah.. tpi tak lama dari itu tepatnya mlm idulfitri. Sya dimintakan utk main kermahnya,(jujur sya si pngen nolak krn malu),,tapi sya coba braniin ajlah,, nah akhirnya jadi sy main krmah…,ya bgtulah ngbrol2 dkit aj trus plang lgi(krn sy bru2 mau ada acra khatmil qur’an brsma tmn2 tadarus),stlah prtemuan itu sikap dia brbeda dn smkin ingin mnjauh, trnyta firasatku bner dia ingin menghapus hub tandakutif itu, yah akirny memng ckup singkat sekali hub tanda kutifnya… ,sdkit kcwa tapi gpplah kata nenk kan mati satu tmbuh 20rbu.”+”.mungkin jga Allah hnya ingin mmperkenalkn Imam Nawawi melalui kisah ini, CERITA INI TIDAK ADA MAKSUD UNTUK APAPUN..TAPI HANYA SEKEDAR PELIPUR LARA BUAT TMEN2 YANG SEMPET MEMBACANYA.
hanya sebatas cerita
Minggu, 08 April 2012
EKONOMI MAKRO
UTS Ekonomi Makro
Nama : Habibbudin
NIM : 140220119
Kelas : Mepi 4- smt 4
E-mail : abyalfath@yahoo.com
Blog : http:// vinzyuhabibi.blogs.com
Soal A
Diketahui:
S = -400 + 0,25Yd (iii) X= 400 (v) I= 500
M= 0,15Y (iv) G= 400 (vi) T= 20 persen = 20/100= 0.2y
pendapatan nasional ?
S = -400 + 0,25Yd maka ,
C = 400 +(1- 0,25)Yd
C = 400 + 0,75Yd
Y= C + I + G + (X-M)
Y= 400 + 0,75Yd + 500 + 400 + ( 400-0,15Y)
Y= 400 + 0,75(Y-T) + 500 + 400 + ( 400-0,15Y)
Y= 400 + 0,75(Y-0,2Y) + 500 + 400 + 400-0,15Y
Y= 400 + 0,75(0,8Y) + 500 + 400 + 400-0,15Y
Y= 400 + 0,6Y + 500 + 400 + 400-0,15Y
Y - 0,6Y + 0.15Y = 1700
0,55Y = 1700
Y = 1700/0,55 = 3090,9
impor? Konsumsi? Tabungan ?
Impor (M)
M = 0,15Y
M = 0,15(3090,9)
M = 463,635
Konsumsi (C)
C = 400 + 0,75Yd C = 400 + 0,6( 3090,9)
C = 400 + 0,75 (Y-T) C = 400 + 1854,54
C = 400 + 0,75 (Y-0,2Y) C = 2254,54
C = 400 + 0,75 (0,8Y)
C = 400 + 0,6Y
Tabungan ( S )
S = -400 + 0,25Yd S = -400 + 0,25(0,8Y)
S = -400 + 0,25 (Y-T) S = -400 + 0,2Y
S = -400 + 0,25(Y- 0,2Y) S = -400 + 0,2(3090,9) = 218,18
Defisit atau surplus anggaran Negara tersebut ?
Diket G = 400
T = 0,2Y
T = 0,2( 3090,9)
T = 618,18
karena T > G
618.18 > 400 :: jadi anggaran Negara mengalami surplus
Bagaimana ekspor dan impor ?
Diket X = 400 M = 463,635
Jadi, X < M
jika Ekspor naik 200. X =400+200=600
Y= C + I + G + (X-M)
Y= 400 + 0,75Yd + 500 + 400 + ( 600-0,15Y)
Y= 400 + 0,75(Y-T) + 500 + 400 + ( 600-0,15Y)
Y= 400 + 0,75(Y-0,2Y) + 500 + 400 + 600-0,15Y
Y= 400 + 0,75(0,8Y) + 500 + 400 + 600-0,15Y
Y= 400 + 0,6Y + 500 + 400 + 600-0,15Y
Y - 0,6Y + 0.15Y = 1900
0,55Y = 1900
Y = 1900/0,55 = 3454,5
(i) T…?
T = 0,2Y
T = 0,2(3454,5)
T = 690,9
(ii) Impor.. ?
M = 0,15Y
M = 0,15(3454,5)
M = 518,175
(iii) Konsumsi ..?
Y= 400 + 0,75Yd Y= 400 + 0,6Y
Y= 400 + 0,75(Y-T) Y= 400 + 0,6(3454,5)
Y= 400 + 0,75(Y-0,2Y) Y= 400 + 2072,7
Y= 400 + 0,75(0,8Y) Y = 2472,7
(iv) Tabungan…?
S = -400 + 0,25 Yd
S = -400 + 0,25(Y – T)
S = -400 + 0,25 (Y – 0,2Y)
S = -400 + 0,25 (0,8Y)
S = -400 + 0,2Y
S = -400 + 0,2(3454,5)
S = -400 + 690,9
S = 290,9
Gambarlah kondisi a dan e
AE AE2= 1900 + 0,45Y
E2 AE1 = 1700 + 0,45Y
(b) 1900 E1
(a) 1700
45O Y
3090,90 3454,5
Soal B
a). Tiga masalah ekonomi utama yang dikaji pada teori ekonomi makro
- Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah. Pertumbuhan ekonomi salah satu masalah jangka panjang dalam makro ekonomi. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.9)
- Masalah pengangguran
Pengangguran adalah suatu keadaan dimana sesorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Salah satu penyebabnya karena kekurangan pegeluaran agregat. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.13)
-Inflasi
Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga – harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Terjadinya inflasi disebabkan oleh beberapa factor yaitu:
tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
Pekerja diberbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah
(sadonosukirno makro ekonomi. hlm.15)
b). Tiga tujuan utama kebijakan ekonomi pemerintah
- Untuk menstabilkan kegiatan ekonomi
Setiap Negara pasti mengingnkan perekonomiannya stabil yaitu suatu kedaan ekonomi dimana tidak terdapat pengangguran yang serius dan perekonomian menikmati kestabilan harga serta ekspor dan impor mengalami keseimbangan.
Untuk menghindari masalah inflasi
Adanya inflasi merupakan akibat dari ketidakstabilan politik dan ekonomi suatu Negara atau juga bisa karena kelebihan permintaan masyrakat serta pertmbhan penawaran uang yang berlebihan.
Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh
Tujuan ini merupakan tujuan jangka panjang yang dari period eke peride lain factor – factor produksi harus bertambah dan kualitasnya meningkat. Kemudian pendidikan dan pengalaman kerja lebih terampil. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.22)
Terangkan konsep ekonomi
Tingkat partisipasi tenaga kerja
Tingkat partisipasi tenaga kerja adalah perbandingan antara jumlah tenaga kerja dengan penduduk usia kerja dalam suatu perekonomian dan pada suatu waktu tertentu (dan dinyatakan dalam persen). Penduduk usia kerja di sini yaitu penduduk yang berusia 15 – 64yang tidak ingin bekerja seperti ibu rumah tangga dan mahasiswa. Jadi untuk menghitung tingkat partisipasi (angkatan kerja)/(penduduk usia kerja)x 100 (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.22)
Pendapatan nasional potensial dan pendapatan nasional sebenarnya
Pendapatan nasional potensial adalah pendapatan nasional yang diciptakan apabila perekonomian mencapai tingkat kesempatan kerja penuh. Pendaptan nasional sebenarnya merupakan pendapatan nasional yang dihitung pada harga – harga pada suatu tahun tertentu yang berbeda dengan tahun dimana produksi nasionanya dihitung. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.28)
Pengeluaran agregat
Pengeluaran agregat merupakan pengeluaran atau perbelanjaan untuk membeli barang dan jasa yang akan dilakukan dalam perekonomian dalam suatu tahun tertentu. P engeluran agregat dalam perekonomian terbuka meliputi lima komponen yaitu pengeluaran rumah tangga atas barang produksi dalam negeri (Cdn), investasi (I), pengeluaran pemerintah ( G ), exspor ( X ), impor (M) (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.209)
Definisikan arti arti nilai tambah. Dengan contoh angka, terangkan bagaimana nilai tambah dwujudkan dari memperoleh bahan kentah menjadi barang jadi.
Nilai tambah adalah pertambahan nilai yang wujud ke atas suatu barang sebagai akibat pemrosesan terhadap barang tersebut atau kesan dari jasa untuk menjual barang tersebut.
Contoh pemotongan kayu dihutan yang akan di jadikan barang perabot. Perusahaan penebang kayu di hutan menjual kayunya sebesar Rp. 50.000 kepada perajin papan, kemudin perajin papan menjual papannya sebesar Rp. 150.000 kepada perajin barang furniture dan selanjutnya perajin furniture menjual barang furnuturenya sebesar Rp. 500.000 kepada penjual furniture di toko.kemudian toko perabot menjual ke konsumen sebesar Rp. 700.000, untuk menghitung nilai tambahny sbb:
Penebang kayu = Rp. 50.000
Perngrajin papan Rp. 150.000 - Rp. 50000 = Rp. 100.000 nilai
Pembuat barang furniture Rp. 500.000 - Rp.150.000 = Rp. 350.000 tambah
Toko furniture Rp .700.000 - Rp. 500.000 = Rp. 200.000
(sadonosukirno makro ekonomi. hlm.43)
a) terangkan sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka, terangkan jenis – jenis bocoran dan suntikan dalam perekonomian terbuka
Gambar sirkulasi aliran pendapatan
Aliran 1
Aliran 2 Aliran 3
Aliran 9
Aliran 4
Aliran 8 Aliran 7 Aliran 6
Aliran 10 Aliran 5
Penjelasan gambar
Aliran 1 adalah aliran pendapatan oleh sector perusahaan yang mewujudkan sector pendapatan ke rumah tangga dari penggunaan factor produksi. Aliran 2 adalah aliran pengurangan dari pendapatan perusahan oleh pajak keuntungan perusahaan, tetapi belum dikurangi oleh pajak pendapatan individu. Aliran 3 adalah aliran pajak pendapatan individu kepada pemerintah. Aliran 4 adalah aliran pendapatan yang digunakan untuk konsumsi kebutuhan rumah tangga. Aliran 5 adalah aliran konsumsi untuk membeli barang yang diproduksi di luar negeri. Aliran 6 adalah aliran pendapatan yang tidak digunakan untuk konsumsi yang kemudian di simpan di instansi keuangan. Aliran 7 adalah aliran pendapatan sector rumah tangga yang di simpan di bank yang kemudian dipinjam oleh penanam modal . Aliran 8 adalah aliran pendapatan untuk menambah modal perusahaan(investasi). Aliran 9 adalah aliran pengeluaran pemerintah. Aliran 10 pengeluaran oleh Negara lain hasil dari exspor. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.204)
Jenis suntikan dan bocoran merupakan salah satu pedekatan unutk menentukan kseimbangan pendapatan dalam ekonomi terbuka. Dimana keadaan fungsi suntikan I + G + X akan berpotongan dengan fungsi bocoran S + T + M. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.204)
b) Tunjukan syarat keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka
Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka akan di capai jika penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat dan fungsi suntikan sama dengan bocoran. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.209)
Terangkan arti konsep berikut :
Multiflier dalam ekonomi terbuka
Multiflier yaitu angka yang menunjukan perbandinagan antara pertambahan prndapatan nasional dengan pertambahan pengeluaran agregat, jadi misalnya pendapatan nasional bertambah sebesar 200, sedangkan pengeluaran pemerintah yang diperlukan 100 untuk menmbah pebndpatn nasional, ma multifliernya 200/100=2 (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.218)
Neraca perdagangan adalah neraca yang menggambarkan nilai ekspor dan nilai impor barag serta perbedaan dalam suatu tahun tertentu. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.28)
Perekonomian terbuka merupakan perekonomian suatu Negara yang mempunyai hubungan ekonomi dengan Negara lain. Artinya kegiatan ekonomi pada perekonomian ini melibatkan kegiatan ekspor dan impor. Pereokonomian terbuka juga sering disebut dengan perekonomian empat sector yaitu suatu ekonomi yang dibedakan menjadi 4 komponen yaitu rumah tangga, perusahaan, peerintah dan luar negeri. (sadonosukirno makro ekonomi. hlm.222)
Hubungan antara keseimbangan pendapatan nasional dengan neraca perdagangan.
Seperti kita ketahui keseimbangan pendapatan nasional suatu keadaan diamana pengeluaran agregat sama dengan penawaran agregat sedangkan pengeluaran dan penawaran suatu Negara saat ini tidak sebatas dalam negeri saja melainkan ada kegiatan ke luar negeri yang sering kita sebut ekspor dan impor. Hal ekspor impor ini di catat dalam neraca perdagangan
Selasa, 03 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)